Kamis, 02 Juli 2020

Permasalahan Pakan Dalam Usaha Peternakan Unggas


PERMASALAHAN PAKAN DALAM USAHA PETERNAKAN UNGGAS

Pakan merupakan komponen utama untuk ayam dalam memproduksi daging dan telur. Komponen pakan dapat menentukan besarnya keuntungan yang akan diperoleh, karena pakan memegang peranan penting dalam usaha peternakan ayam karena proporsi biaya pakan dalam usaha peternakan  sekitar 60 – 70 persen dari total biaya produksi / biaya operasional.  Berdasarkan kondisi tersebut maka diperlukan adanya  teknologi dalam membuat dan atau menyusun formulasi pakan yang efesien sehingga dapat menekan biaya pakan. 
Penyebab tingginya biaya pakan dikarenakan komponen bahan penyusun pakan seperti jagung, bungkil kedele, white polard dan tepung ikan sampai masih di import dari luar negeri sehingga harga pakan jadi relatif mahal . Upaya yang dapat dilakukan dalam menekan biaya dan atau harga pakan bisa dilakukan dengan  penggunaan bahan pakan lokal dan atau alternatif yang memiliki potensi sebagai bahan pakan karena mengandung nutrien yang tinggi, mudah didapat, ketersediaanya banyak dan pengolahannya mudah. Kondisi tersebut perlu dilakukan supaya peternak dapat menekan biaya produksi terutama biaya pakan, karena kalo peternak mampu membuat dan menyusun pakan ternak ayam sendiri dengan efesien maka tingkat keuntungan yang diperolehnya akan meningkat sehingga kesejahteraanya meningkat. 
Beberapa bahan pakan alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam membuat pakan unggas  sebagaimana kriteri diatas misalnya bisa memanfaatkan limbah atau sumber lain yang memiliki potensi sebagai bahan pakan ternak unggas seperti :
1. Ampas Tahu
Pakan Alternatif dalam Membuat Pakan Unggas

2. Tepung Keong Mas
Bahan Pakan Alternatif dalam Membuat Pakan Unggas

3. Tepung Darah
Bahan Pakan Alternatif pada Pembuatan Pakan Unggas


Permasalah lain diantaranya harga pakan yang tinggi dan fluktuatif disebakan karena pakan ternak umumnya diproduksi oleh perusahaan karena peternak mengalami kesulitan dalam menyediakan bahan baku dan menyusun formulasi untuk memproduksi pakan sendiri secara mandiri, sehingga pengetahuan dan kemampuan membuat formulasi pakan menjadi sangat penting karena akan menentukan kelangsungan kegiatan usaha peternakan ayam baik ditinjau dari segi produktivitas ayam maupun dari segi ekonomisnya. Proses dalam menyusun formulasi pakan untuk ternak ayam bisa dipelajari pada tayangan video berikut

Umumnya pakan komersil digunakan peternak  merupakan pakan produksi pabrik , dimana salah satu komposisi pakan komersil selalu menambahkan feed addive baik berupa antibiotika, antioksidan maupun pemacu perteumbuhan sehingga pakan yang diberikan kepada ternak secara tidak langsung akan mempengaruhi komposisi produk ternak unggas yang dihasilkan baik daging maupun telur. Sementara produk unggas merupakan bahan pangan bernutrien tinggi yang sebetulnya baik untuk tubuh manusia, namun karena dalam proses penyusunan formulasi dan pembuatan pakan ada penambahan bahan additive berupa antibiotika, antioksidan dan pemacu pertumbuhan yang akan mempengaruhi kesehatan manusia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut saat ini dikenal dengan adanya pakan fungsional, yaitu pakan yang mengandung probiotik yang dapat berfungsi meningkatka sistem imun pada ternak, dapat menurunkan asam lemak jenuh  dan merupakan furmula yang mampu menghidrolisa komponen pakan menjadi nutrien yang siap digunakan ternak sehingga mampu meningkatkan efesiensi pakan bagi ternak.  Untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan pakan fungsional terhadap performan produksi dan kualitas pangan yang dihasil anda dapat membaca hasil penelitian mengenai pakan fungsional tersebut pada artikel ilmiha pada jurnal INI

0 komentar:

Posting Komentar