Praktik Mencampur Bahan Pakan Pada Pembuatan Pakan

Kompetensi Keahlian Agribisnis Pakan Ternak Unggas Program Keahlian Agribisnis Ternak Unggas SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur

Praktik Menimbang Bahan Pakan Sesuai Formulasi

Kompetensi Keahlian Agribisnis Pakan Ternak Unggas Program Keahlian Agribisnis Ternak Unggas SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur

Teknik Mencampur Bahan Pakan Secara Manual

Kompetensi Keahlian Agribisnis Pakan Ternak Unggas Program Keahlian Agribisnis Ternak Unggas SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur

Selasa, 30 Juni 2020

RPP Agribisnis Pakan Ternak Unggas Kelas XII Semester 5


RPP Agribisnis Pakan Ternak Unggas Kelas XII, bisa anda baca disini!

Artikel Pakan Fungsional di Jurnal Ilmu Ternak Unpad


PENGGUNAAN  PAKAN FUNGSIONAL TERHADAP PERFORMAN PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR AYAM ARAB

THE USE OF FUNCTIONAL FEED TOWARD THE PERFORMANCE OF PRODUCTION AND QUALITY FOR ARABIC CHICKEN’S EGGS 

1)Yadi Mulyadi 2)Ning Iriyanti,  3)H.R.  Singgih S.S.

1) SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur / Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Peternakan,  2)Departemen Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Unsoed,  3) Departemen Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Unsoed
Email : yadhie1972@gmail.com
Abstrak
Tujuan penelitian pakan fungsional yang mengandung probiotik Lactobacillus dan minyak ikan lemuru (Sardinela longiceps) sebagai sumber omega-3 dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan dan level pakan fungsional terhadap performan produksi dan kualitas telur ayam arab.  Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan R0 (0 %), R1 (5%), R2 (10 %), R3 (15 %) dan R4 (20 % ).  Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pakan fungsional yang mengandung probiotik Lactobacillus dan minyak ikan lemuru  sebagai sumber omega-3 dalam pakan ayam arab berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas telur secara kimiawi; akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap performan produksi dan kualitas telur secara fisik.  Penggunaan pakan fungsional sampai level 20 persen menghasilkan performan produksi dan kualitas telur ayam arab secara fisik  yang relatif sama dan penggunaan pakan fungsional memberi peningkatan kualitas telur ayam arab secara kimiawi yaitu protein kuning telur sebesar 16,08 persen dan menurunkan lemak kuning telur sebesar 26,99 persen.

Kata Kunci :  Pakan Fungsional, Performan Produksi, Kualitas Telur, Ayam Arab
                     
Abstract
This purpose of research about The Use of Functional Feed Containing Lactobacillus and Sardine Oil (Sardinela Longicep) as the Source of Omega-3 was carried out to evaluate its use and the functional level toward   the performance of production and quality for Arabic Chicken’s Eggs.  A method of this research used the experimental method through (CRD ) completely randomized design with treatments at R0 (0 %), R1 (5%), R2 (10 %), R3 (15 %) dan R4 (20 %). The results of this research  indicated  that  the use of functional feed contained  Lactobacillus and sardine oil  as the source of omega-3 at 20 percent in the feed, evidently, it proved very real different effects ( P<0.01 ) in increasing the quality of the eggs  chemically; but it was not the different (P>0,05) toward the performance of production and physical quality of egg.   The use of the  fuctional feed at 20 percent turned out the performance of  production and quality for Arabic Chicken’s Eggs physically at the same and  the use of it provided improvements to the quality of them is chemically the yolk protein at 16,08 percent and a descrease in egg yolk fat at 26,99 percent.

Key Words : Functional Feed, Performance of Production, Quality of Eggs,  Arabic Chicken

Untuk mengetahui secara lengkap mengenai artikel ini bisa langsung kunjungi Jurnal Ilmu Ternak Fakultas Peternakan Unpad DISINI

Artikel Ilmiah Evaluasi Program Magang pada Pendidikan SMK Model (3+1)


EVALUASI PROGRAM MAGANG PADA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SMK DENGAN MODEL (3+1) PROGRAM KEAHLIAN KEHUTANAN DI SMK NEGERI 1 PAGELARAN – CIANJUR (Implementasi Model CIPPO) 

 Yadi Mulyadi 
 SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur, Mahasiswa Pascasarjana Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNJ

Gaguk Margono dan Wardani Rahayu 
 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta 

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui product dan outcomes dari program magang pada penyelenggaraan pendidikan SMK dengan model (3+1) pada Program Keahlian Kehutanan di SMK Negeri 1 Pagelaran Cianjur sebagai  penelitian evaluatif dengan menggunakan model evaluasi CIPPO. Pendekatan pada penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumentasi, observasi dan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum  program magang pada pendidikan SMK dengan model (3+1) berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pendidikan menengah kejuruan yaitu mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan DU/DI, sehingga keberadaan program magang masih diperlukan namun harus sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan pemerintah. Pelaksanaan program magang pada Program Keahlian Kehutanan di SMK Negeri 1 Pagelaran Cianjur relevan dengan Kurikulum KTSP karena masa studi 4 tahun, dan kurang relevan dengan Kurikulum 2013 karena masa studi 3 tahun. Untuk itu pelaksanaan  program magang pada spektrum kurikulum 2013 masih dapat dilaksanakan dengan cara mengubah waktu pelaksanaan magang pada tahun ketiga atau tetap dipertahankan pada tahun keempat dengan adanya penyesuaian masa studi pada Kompetensi Keahlian Kehutanan Teknologi Pengolahan Hasil Hutan pada Spektrum Kurikulum 2013 kembali menjadi 4 tahun.
Kata Kunci :   Evaluasi  Program,  Magang, SMK Model 3+1, Kehutanan, dan CIPPO


ABSTRACT

This study aims to determine the product and outcomes of the apprenticeship program on the implementation of vocational education with model (3 + 1) in the Forestry Expertise Program at SMK Negeri 1 Pagelaran Cianjur as evaluative research using CIPPO evaluation model. Approach to qualitative descriptive research is done by data collecting technique through interview, documentation study, observation and quantitative descriptive research approach done with data collection technique through questionnaire. The result of the research shows that in general the apprenticeship program on vocational education with model (3 + 1) runs well and in accordance with the purpose of vocational secondary education that is preparing graduates who have competence in accordance with the needs of DU / DI, so that the presence of internship program is still needed but must be appropriate With the curriculum set by the government. Implementation of the apprenticeship program at the Forestry Expertise Program at SMK Negeri 1 Pagelaran Cianjur is relevant to the KTSP Curriculum due to the 4-year study period, and is less relevant to the Curriculum 2013 due to the 3-year study period. Therefore, the implementation of the apprenticeship program in the curriculum spectrum of 2013 can still be implemented by changing the time of apprenticeship in the third year or to be maintained in the fourth year with the adjustment of study period at Forestry Technology Expertise Competency of Forest Product Processing Technology in Spectrum Curriculum 2013 back to 4 years
Keywords :  Evaluation Program, Internships, Vocational School Model (3 + 1), Forestry and CIPPO
Apabila anda ingin mengetahui isi lengkap dari artikel tersebut diatas, bisa anda buka pada Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNJ  bisa di download  DISINI

Assesment Hasil Penilaian Materi Agribisnis Pakan Ternak Unggas

Berikut merupakan hasil penilaian materi agribisnis pakan ternak unggas

Buku Menyusun Formulasi dalam Membuat Pakan

Untuk referensi anda mengenai pembuatan ransum unggas bisa anda baca buku karya tulis saya yang berjudul : "Menyusun Formulasi dalam Membuat Pakan Ayam"

Silabus Agribisnis Pakan Unggas


Silabus  mata pelajaran kompetensi keahlian agribisnis pakan ternak unggas pada program keahlian agribisnis ternak unggas bisa anda baca !

Tahapan Proses Mencampur Bahan Pakan pada Pembuatan Ransum Unggas

TAHAPAN PROSES MENCAMPUR BAHAN PAKAN PADA PEMBUATAN      RANSUM UNGGAS 
Proses pencampuran pakan sendiri secara manual dilakukan dengan tahapan sebagai berikut (1)      Menentukan jumlah pakan yang akan dibuat, (2)      Menimbang bahan pakan sesuai dengan formulasi pakan, (3)      Bahan pakan yang jumlahnya dalam cukup besar ditimbang terlebih dahulu kemudian diikuti dengan bahan pakan yang jumlahnya lebih sedikit.  Penimbangan bahan pakan yang jumlahnya cukup besar / makro menggunakan timbangan kasar sedangkan bahan pakan yang jumlahnya relative sedikit atau mikro menggunakan timbangan analitik atau elektrik, dan (4)      Pencampuran  bahan pakan yang sudah ditimbang dihamparkan sampai rata kemudian ditambahkan bahan pakan selanjutnya sesuai urutan jumlah sebagaimana dalam formulasi pakan yang dibuat dan dihamparkan sampai rata kemudian dibagi menjadi 4 bagian, kemudian diratakan dan dibagi menjadi empat bagian. Masing bagian kemudian dicampur/diaduk sampai merata dan setiap bagian kemudian dicampur dengan bagian yang lainnya dan diaduk sampai rata sampai seluruhnya bahan pakan tercampur secara merata / homogen,  (5)      Setelah seluruh bahan pakan tercampur secara merata, pakan selanjutny dikemas kedalam karung atau plastik.
Berikut ini untuk proses pembuatan pakan ransum unggas bisa anda simak tayangan video berikut ini !





Artikel Pakan Fungsional

PENGGUNAAN  PAKAN FUNGSIONAL TERHADAP PERFORMAN PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR AYAM ARAB

THE USE OF FUNCTIONAL FEED TOWARD THE PERFORMANCE OF PRODUCTION AND QUALITY FOR ARABIC CHICKEN’S EGGS 

1)Yadi Mulyadi 2)Ning Iriyanti,  3)H.R.  Singgih S.S.

1) SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur / Program Pasca Sarjana Magister Ilmu Peternakan,  2)Departemen Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Unsoed,  3) Departemen Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Unsoed
Email : yadhie1972@gmail.com
Abstrak
Tujuan penelitian pakan fungsional yang mengandung probiotik Lactobacillus dan minyak ikan lemuru (Sardinela longiceps) sebagai sumber omega-3 dilakukan untuk mengevaluasi penggunaan dan level pakan fungsional terhadap performan produksi dan kualitas telur ayam arab.  Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan R0 (0 %), R1 (5%), R2 (10 %), R3 (15 %) dan R4 (20 % ).  Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan pakan fungsional yang mengandung probiotik Lactobacillus dan minyak ikan lemuru  sebagai sumber omega-3 dalam pakan ayam arab berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas telur secara kimiawi; akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap performan produksi dan kualitas telur secara fisik.  Penggunaan pakan fungsional sampai level 20 persen menghasilkan performan produksi dan kualitas telur ayam arab secara fisik  yang relatif sama dan penggunaan pakan fungsional memberi peningkatan kualitas telur ayam arab secara kimiawi yaitu protein kuning telur sebesar 16,08 persen dan menurunkan lemak kuning telur sebesar 26,99 persen.

Kata Kunci :  Pakan Fungsional, Performan Produksi, Kualitas Telur, Ayam Arab
                     
Abstract
This purpose of research about The Use of Functional Feed Containing Lactobacillus and Sardine Oil (Sardinela Longicep) as the Source of Omega-3 was carried out to evaluate its use and the functional level toward   the performance of production and quality for Arabic Chicken’s Eggs.  A method of this research used the experimental method through (CRD ) completely randomized design with treatments at R0 (0 %), R1 (5%), R2 (10 %), R3 (15 %) dan R4 (20 %). The results of this research  indicated  that  the use of functional feed contained  Lactobacillus and sardine oil  as the source of omega-3 at 20 percent in the feed, evidently, it proved very real different effects ( P<0.01 ) in increasing the quality of the eggs  chemically; but it was not the different (P>0,05) toward the performance of production and physical quality of egg.   The use of the  fuctional feed at 20 percent turned out the performance of  production and quality for Arabic Chicken’s Eggs physically at the same and  the use of it provided improvements to the quality of them is chemically the yolk protein at 16,08 percent and a descrease in egg yolk fat at 26,99 percent.

Key Words : Functional Feed, Performance of Production, Quality of Eggs,  Arabic Chicken

Untuk mengetahui secara lengkap mengenai artikel ini bisa langsung kunjungi Jurnal Ilmu Ternak Fakultas Peternakan Unpad DISINI

Workshop Online Sagusablog Dasar

WORKSHOP ONLINE SAGUSABLOG  (Satu Guru Satu Blog) GRATIS!

 
Bismilah kelas SAGUSABLOG (Satu guru Satu Blog) telah dibuka  khusus anda yang sudah menjadi angggota IGI (Ikatan Guru Indonesia), silahkan anda gabung di group telegram SAGUSABLOG dengan cara KLIK DISINI  untuk  untuk belajar bersama dengan rekan rekan Guru Blogger di seluruh Indonesia.  Kelas Workshop Online SAGUSABLOG Dasar  Angkatan 42 akan dimulai pada tanggal : 14 – 20 Juni 2020.
Syarat mengikuti Workshop Online SAGUSABLOG sangat mudah :
1.   Install aplikasi TELEGRAM di samrtphone, laptop atau tablet anda
2.   Tunjukan Nomor KTA IGI (Ikatan Guru Indonesia) anda
3.   Ikut workshop online dengan hati senang dan bahagia sampai TUNTAS
MATERI KELAS SAGUSABLOG :
1.   Membuat blog guru dengan engine blogger
2.   Mendesain tempelate dengan tempelat bawaan blogger
3.   Mengganti tempelate blog guru dengan tempelate dari pihak ketiga
4.   Mendesain header blog guru
5.   Mengelola blog guru

KISAH WORKSHOP SAGUSABLOG


PERJALANAN WORKSHOP "DARI SAGUSABLOG DASAR ANGKATAN 12 TAHUN 2018 SAMPAI SAGUSABLOG DASAR ANGKATAN 42 & SAGUSABLOG LANJUT         ANGKATAN 43 TAHUN 2020" 


Berawal dari ketertarikan saya terhadap kegiatan gerakan menulis buku yang diselenggarakan oleh pengurus IGI Jakarta dengan Media Guru, dimana saya menjadi salah satu peserta pada kegiatan  pelatihan menulis buku dengan tema "Sagusabu Jakarta 3". Kegiatan diklat menulis buku tersebut pada akhirnya menuntun saya untuk menjadi anggota Ikatan Guru Indonesia (IGI), karena saya melihat organisasi profesi guru IGI ini berbeda dengan organisasi profesi yang sama, karena menurut saya IGI mendorong para guru membuka wawasan dan selalu harus meng-up grade diri dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan saya sebagai seorang guru. Keikutsertaan saya untuk menjadi anggota IGI, yang dilatar belakangi adanya keinginan untuk menambah wawasan dan pengetahuan saya, karena IGI merupakan organisasi profesi guru yang Insya Allah memberikan fasilitas untuk peningkatan kapasitas dan kompetensi guru. Tidak lama berselang setelah saya terdaftar menjadi anggota IGI, saya mendapat informasi mengenai Workshop "SAGUSABLOG" Online GRATIS Angkatan 12 Tahun 2018" dan bagi saya kegiatan workshop secara online dalam pembuatan blog ini menjadi menarik terutama di era globalisai dan informasi ini, karena seorang guru juga harus mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komputer supaya proses pembelajaran bisa lebih variatif dengan menggunakan media dan teknologi informasi.

Promosi Buku Menyusun Formulasi dalam Membuat Pakan Ayam

Untuk anda yang memiliki usaha peternakan dan memiliki kendala dalam membeli pakan atam, bisa dilakukan dengan membuat pakan ayam secara mandiri,untuk itu admin akan menawarkan sebuah buku yang bisa menjadi referensi buat anda bagaimana mengetahui menyusun dan membuat pakan ayam, bisa anda baca sinopsisnya


SINOPSI BUKU
Judul                : Menyusun Formulasi dalam Membuat Pakan Ayam
Penulis             : Yadi Mulyadi, S.Pt., MP., M.Pd.
Instansi            : SMK Negeri 2 Cilaku – Cianjur
Sinopsis           :

Pakan merupakan komponen utama untuk ayam dalam memproduksi daging dan telur, sehingga dapat menentukan besarnya keuntungan yang akan diperoleh. Pakan  dalam usaha peternakan ayam memegang peranan sangat penting, karena biaya pakan dalam usaha peternakan  proporsinya sekitar 60 – 70 persen dari total biaya produksi / biaya operasional.  Berdasarkan kondisi tersebut maka diperlukan adanya  teknologi dalam membuat dan atau menyusun formulasi pakan yang efesien sehingga dapat menekan biaya pakan. 
Tingginya biaya pakan komersil disebabkan  komponen bahan penyusun pakan seperti jagung, bungkil kedele, white polard dan tepung ikan sampai saat ini masih di impor sehingga harga pakan  relatif mahal. Upaya yang dapat dilakukan dalam menekan biaya dan atau harga pakan bisa dilakukan dengan  menggunakan bahan pakan lokal dan atau alternatif, dimana bahan tersebut memiliki potensi sebagai bahan pakan karena mengandung nutrien yang tinggi, mudah didapat, ketersediaanya banyak dan pengolahannya mudah. Kondisi tersebut perlu dilakukan peternak, supaya dapat menekan biaya produksi terutama biaya pakan. untuk itu kemampuan menyusun dan membuat pakan sendiri bagi peternak menjadi penting, sehingga dapat meningkatkan efesiensi dan tingkat keuntungan yang diperoleh peternak supaya lebih sejahtera.
Harapan penulis dengan diterbitkannya buku ini bisa memperkaya referensi berkaitan dengan menyusun formulasi dalam membuat pakan ayam, sehingga buku ini menjadi penting bagi para penuntut ilmu terutama siswa / mahasiswa peternakan, guru produktif peternakan dan masyarakat umum atau peternak yang ingin menambah wawasan keilmuan mengenai menyusun formulasi dalam membuat pakan ayam.


Promosi Buku Mengelola Ayam Jantan Petelur & Broiler Sebagai Ayam Pedaging Niaga

Untuk anda yang akan membuka usaha broiler dan ayam jantan petelur sebagai ayam pedaging niaga, berikut ini admin akan menawarkan sebuah buku yang bisa menjadi referensi buat anda bagaimana mengetahui teknis budidayanya., bisa anda baca sinopsisnya


SINOPSI BUKU

Judul        : Mengelola Ayam Jantan Petelur dan Broiler sebagai Ayam Pedaging Niaga
Penulis     : Yadi Mulyadi, S.Pt., MP., M.Pd. 
Instansi    : SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur
Sinopsis   :

Ayam  merupakan unggas penghasil daging yang sangat popular di masyarakat Indonesia karena usaha peternakan ayam masih merupakan sektor kegiatan yang paling cepat dan efesien untuk memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat, permodalannya relatif kecil dengan perputaran modal yang relatif cepat dan penggunaan lahan tidak terlalu luas serta laju pertumbuhannya relatif lebih cepat dibanding ternak lainnya.  Permintaan terhadap daging ayam (daging broiler, ayam kampung, ayam petelur afkir)    masih tinggi dan terus meningkat  berbanding lurus dengan jumlah penduduk Indonesia. Hal ini terjadi karena daging ayam merupakan sumber pangan protein hewani yang paling mudah didapat, harganya relatif murah dan penggunaan daging ayam tidak dibatasi oleh kultur sosial, budaya dan agama. 
Permintaan daging ayam yang relatif cukup tinggi tersebut pada awalnya hanya dipasok dari ayam broiler, ayam kampung dan ayam petelur afkir, sehingga menyebabkan pasokan dari ketiga jenis ayam penghasil daging tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan akan daging ayam termasuk permintaan khusus konsumen pencita daging ayam kampung karena ayam kampung yang produktivitasnya rendah dari segi pertumbuhan, cara pemeliharaannya tidak intensif dengan waktu pemeliharaannya yang relatif lama. Upaya untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap daging ayam kampung yang memiliki karakteristik tekstur daging yang khas akhirnya dipenuhi oleh ayam jantan petelur yang pada awalnya merupakan limbah (by product/waste product) dari pembibitan ayam petelur sehingga ayam jantan petelur dengan broiler menjadi salah satu komoditas unggas sebagai penghasil daging karena bisa dibudidayakan secara komersil yang disebut sebagai ayam pedaging niaga.
Harapan penulis dengan diterbitkannya buku ini bisa memperkaya referensi berkaitan dengan pengelolaan ayam niaga pedaging dan menjadi salah satu rujukan terutama mengenai pengelolaan ayam jantan petelur dan broiler sebagai salah satu komoditas ayam niaga sebagai penghasil daging untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia, sehingga buku ini menjadi penting bagi para penuntut ilmu terutama siswa / mahasiswa peternakan, guru produktif peternakan dan masyarakat umum atau peternak yang ingin menambah wawasan keilmuan mengenai pengelolaan ayam jantan petelur dan broiler sebagai ayam niaga.