EVALUASI PROGRAM MAGANG PADA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SMK DENGAN MODEL (3+1) PROGRAM KEAHLIAN KEHUTANAN DI SMK NEGERI 1 PAGELARAN – CIANJUR (Implementasi Model CIPPO)
Yadi Mulyadi
SMK Negeri 2 Cilaku Cianjur, Mahasiswa Pascasarjana Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNJ
Gaguk Margono dan Wardani Rahayu
Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui product dan outcomes
dari program magang pada
penyelenggaraan pendidikan SMK dengan model (3+1) pada Program Keahlian
Kehutanan di SMK Negeri 1 Pagelaran Cianjur sebagai penelitian evaluatif dengan menggunakan model evaluasi CIPPO. Pendekatan pada penelitian deskriptif kualitatif
dilakukan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi dokumentasi,
observasi dan pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan dengan
teknik pengumpulan data melalui angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara
umum program magang pada pendidikan SMK dengan model (3+1) berjalan dengan
baik dan sesuai dengan tujuan
pendidikan menengah kejuruan yaitu mempersiapkan lulusan yang memiliki
kompetensi sesuai dengan kebutuhan DU/DI, sehingga keberadaan program magang
masih diperlukan namun harus sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan
pemerintah. Pelaksanaan program magang pada Program Keahlian Kehutanan di SMK
Negeri 1 Pagelaran Cianjur relevan dengan Kurikulum KTSP karena masa studi 4
tahun, dan kurang relevan dengan Kurikulum 2013 karena masa studi 3 tahun.
Untuk itu pelaksanaan program magang
pada spektrum kurikulum 2013 masih dapat dilaksanakan dengan cara mengubah
waktu pelaksanaan magang pada tahun ketiga atau tetap dipertahankan pada tahun
keempat dengan adanya penyesuaian masa studi pada Kompetensi Keahlian Kehutanan
Teknologi Pengolahan Hasil Hutan pada Spektrum Kurikulum 2013 kembali menjadi 4
tahun.
Kata Kunci : Evaluasi
Program, Magang, SMK Model 3+1,
Kehutanan, dan CIPPO
ABSTRACT
This study aims to determine the product and outcomes of the apprenticeship
program on the implementation of vocational education with model (3 + 1) in the
Forestry Expertise Program at SMK Negeri 1 Pagelaran Cianjur as evaluative
research using CIPPO evaluation model. Approach to qualitative descriptive
research is done by data collecting technique through interview, documentation
study, observation and quantitative descriptive research approach done with
data collection technique through questionnaire. The result of the research
shows that in general the apprenticeship program on vocational education with
model (3 + 1) runs well and in accordance with the purpose of vocational
secondary education that is preparing graduates who have competence in
accordance with the needs of DU / DI, so that the presence of internship
program is still needed but must be appropriate With the curriculum set by the
government. Implementation of the apprenticeship program at the Forestry
Expertise Program at SMK Negeri 1 Pagelaran Cianjur is relevant to the KTSP
Curriculum due to the 4-year study period, and is less relevant to the
Curriculum 2013 due to the 3-year study period. Therefore, the implementation
of the apprenticeship program in the curriculum spectrum of 2013 can still be
implemented by changing the time of apprenticeship in the third year or to be
maintained in the fourth year with the adjustment of study period at Forestry
Technology Expertise Competency of Forest Product Processing Technology in
Spectrum Curriculum 2013 back to 4 years
Keywords : Evaluation Program,
Internships, Vocational School Model (3 + 1), Forestry and CIPPO
Apabila anda ingin mengetahui isi lengkap dari artikel tersebut diatas, bisa anda buka pada Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNJ bisa di download DISINI







0 komentar:
Posting Komentar